Rabu, 01 Mei 2013

Perdarahan Pervaginam





PENDARAHAN PERVAGINAM

                Pendarahan pervaginam yang melebihi 500 ml setelah bersalin di definisikan sebagai pendarahan pasca persalinan terdapat beberapa masalah mengenai definisi ini yaitu :
1.perkiraan kehilangan darah biasanya tidak banyak dari sebenarnya kadang .kadang hanya setengah dari biasanya .darah tersebut bercampur cairan aminom atau urine darah tersebut pada sepons ,handuk dan kain di dalam ember handuk dan lanti .
2.polume darah yang hilang juga bervariasi kekurangan darah dapat di ketahui dari kadar hemoglobin ibu  .seorng ibu dengan Hb normal dapat menyesuaikan diri terhadap kehilangan darah yang mungkin yang menyebabkan anemia .seorng ibu yang sehat dan tidak anemia pun dapat mengalami akibat fatal dari kehilangan darah .
3.pendarahan dapat terjadi secara lambat dalam jangka waktu beberapa jam dan kondisi ini mungkin tidak dikendali sampai terjadi syok .
                Penilaian resiko pada saat antenatal tidak dapat memperkirakan terjadinya pendarahan pasca persalinan
Penanganan aktif kala lll sebaiknya dilakukan pada semua wanita yang bersalin hal ini dapat memenurunkan insiden pendarahan pasca persalinan akibat atonia uteri semua ibu pasca persalinan harus di pantau dengan ketat untuk kemungkinan pendarahan fase persalinan .

INFEKSI MASA NIFAS
a.       Pengertian
           Infeksi nifas adalah semua pendarahan yang di sebabkan oleh masuknya kuman kuman – kuman ke dalam alat- alat genital pada waktu persalinan dan nifas
b.      Etiologi
Berdasarkan masuknya kuman ke dalam alat kandungan
1.       Ektogen (kuman datang dari luar )
2.       Autogen (kuman masuk dari tempat lain dalm tubuh )
3.       Dari jalan lahir sendiri

DEMAM ,MUNTAH,RASA SAKIT WAKTU BERKEMIH.
Organisme yang menyebabkan infeksi saluran kemih berasal dari plora normal perineum.pada masa nifas dini ,sensitivitas kandung kemih terhadap tegangan anaxgensia air kemih di dalam vesika sering menurunkan akibat terauma persalinan atau analgesia sepiral sepiral atau epidural.sensasi peregangan kandung kemih juga berkurang akibat rasa tidak nyaman yang di timbulkan oleh episiotomi yang lebar ,atau hematoma dinding vagina .
                Setelah melahirkan ,terutama saat infus oksitosin di hentikan ,terjadi diuresis yang disertai peningkatan produksi urine dan distensi kandung kemih overdistensi yang disertai kateterisasi untuk mengeluarkan air kemih sering menyebabkan infeksi saluran kemih

Keadaan Kesehatan Bayi dan balita di indonesia

KEADAAN KESEHATAN BAYI DAN ANAK BALITA DI INDONESIA
I.                    Pengertian Bayi dan anak balita
Bayi adalah masa tahapan pertama kehidupan seseorang manusia rlahir dari dalam rahim seorang ibu.
Menurut KBBI
Bayi adalah anak yang belum lahir
·         Menurut Sheila Kitzinger
Bayi adalah pribadi yang unik,yang akan mengundang rasa ingin tahu anda
·         Menurut Husaini,2002
Bayi adalah anak yang berusia 0-12 bulan
·         Penny Skin,Janet Whalley,ann Keppler
Bayi merupakan individu yang mempunyai temperamen dan kepribadian unik
·         Widya Ayu Puspita
Bayi merupakan suatu tahap perkembangan manusia setelah dilahirkan
·         Aslis Wirda Hayati
Bayi merupakan makhluk yang sangat peka dan halus
·         Sara Lewis
Bayi adalah individu dengan pola pertumbuhan dan perkembangan yang unik
·         Dini Kasda
Bayi adalah anak yang berumur 0-1 tahun
Pengertian anak
Anak adalah karunia yang terbesar bagi keluarga,agama,bangsa dan negara. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara anak adalah penerus cita-cita bagi kemajuan suatu bangsa.
Hak asasi anak dilindungi di dalam pasal 28 (b) (2) UUD 1945 yang berbunyi setiap anak berhak atas kelangsungan hidup,tumbuh dan kembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Berikut ini adalah pengertian dan defenisi anak :
·         Menurut UU kesejahteraan,perlindungan dan pengadilan anak
Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan
·         UU RI No.4 tahun 1979
Anak adalah seseorang yang belum mencapai usia 21 tahun dan belum pernah menikah
Batas 21 tahun ditentukan karena berdasarkan pertimbangan usaha kesejahteraan sosial,kematangan pribadi dan kematangan mental seorang anak dicapai pada usia tersebut.
·         Majalah Dharma Wanita No.92 tahun 1993
Anak adalah bukan orang dewasa dalam bentuk kecil,melainkan manusia yang oleh karena kondisinya belum mencapai taraf pertumbuhan dan perkembangan yang matang,maka segala sesuatunya berbeda dengan orang dewasa pada umumnya.
·         Dra.Suryana
Anak adalah sebagai rahmat allah,amanat allah,barang gadean,penguji iman,media beramal,berakal diakhirat unsur kebahagiaan tempa bergantung di hari tua penyambung cita-cita dan sebagai makhluk yang harus di didik.
·         Nurhayati Pujiastuti
Anak adalah buah hati orang tuanya tempa orang tua menaruh harapan ketika tua dan tidak mampu kelak.
·         M2M 127 : 3-5
Anak adalah berkah dari allah dan jaminan kemakmuran sehingga seseorang yang tidak mempunyai anak akan merasa mendapatkan kutukan.
·         Anonim
Anak adalah subjek yang penting. Kita tidak boleh  mendidik anak dan mengarahkannya seperti yang kita inginkan,melainkan kita harus menolong anak-anak menjadi maksimal sesuai potensi yang ada dalam diri mereka.
·         Family Discovery
Anak adalah pemegang peran utama dalam filim perjalanan sukses kehidupannya jadi bertindaklah sebagai saudara yang baik.

Hak Anak Indonesia
Instrumen hukum mengatur perlindungan terhadapa hak-hak anak diatur dalam konvensasi PBB tentang hak anak tahun 1989. Di indonesia diratifikasi melalui kepres No.36 tahun 1990 sempat mengalami resenvasi hingga tahun 1994 => penyelenggara dengan hukum/aturan sebelumnya. Aspek legal lain terdapat UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Acuan pemerintah Isra,lembaga internasional,menyusun progran Nasional bagi anak Indonesia (PNBAI) pada tahun2015. CCR dan MDGS => kesehatan,pendidikan,perlindungan HIV/Aids.
Adapun hak-hak anak indonesia yaitu :
1.       Hak kelangsungan hidup
Negara harus menjamin :
a.       Kelangsungan hidup
b.      Kesehatan
c.       Askes pendidikan
d.      Hak sipil,dll
2.       Hak perlindungan
Negara harus menjamin perlindungan anak dari :
a.       Diskriminasi : menyandang cacar,minoritas,dll
b.      Eksploitasi : keterlibatan dalam pekerjaan yang mengancam
c.       Perlindungan hukum
d.      Kekerasan,dll
3.       Hak tumbuh dan kembang
Negara harus memfasilitasi hak untuk :
a.       Askes pendidikan
b.      Memperoleh informasi,bermain dan rekreasi
c.       Pengembangan kesehatan,dll
4.       Hak partisipasi
Negara harus memfasilitasi hak untuk :
a.       Berpendapatan dan memperoleh pertimbangan atas pendapatannya
b.      Mendapat dan mengetahui informasi serta mengekspresikan
c.       Berserikat dan berjijaring
d.      Memperoleh informasi yang layak dan trlindungi
·         Dalai Lama
Bayi adalah makhluk yang hadir kedunia dengan sebuah mekanisme bawaan untuk menyenakkan orang lain dan hanya meminta balasan berupa kondisi lingkungan yang tepat,yang memungkinkan bertumbuh kembangnya “benih sifat pengasih” yang secara alami tlah ada dalam dirinya.
GAMBARAN UMUM ANGKA KEMATIAN
Angka kematian balita adalah jumlah anak yang dilahirkan pada tahun trtentu dan meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun,dinyatakan sebagai per 1000 kelahiran hidup. Nilai nominatf akaba >140 sangat tinggi, antara 71-140 sedang <20 rendah.
Akaba = x 1000
Angka Kematian Bayi (AKB)
Banyaknya bayi yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun AKB per 1000elahiran bayi hidup pada tahun yang sama.
Nilai nominatif AKB kurang dari 40 sangat sulit diupayakan penurunannya antara 40-70 tergolong sedang namun sulit untuk diturunkan dan lebih besar dari 70 tergolong mudah untuk diturunkan.
AKB =  x 1000
Jakarta Survei Demografi Kntatao Indonesia (JSDKI) RI mit Depertemen kesehatan (Depkes) mengungkapkan rata-rata per tahun terdapat 40 bayi di indonesia yang meninggal dunia sebelum umurnya mencapai 1 tahun.
Bila dirinci 157.000 bayi meninggal dunia pertahun atau 430 bayi perhari.Angka kemauan balita (akaba ) yaitu 46 dari 100 balita meninggal setiap tahunnya.
Bila dirinci, kematian balita mencapai 206,580 balita pertahun,dan 569 balita perhari.parahnya dalam rentang waktu 2006-2007,angka neonatus tidak pernah mengalami penurunan.Penyebab kemaatian terbanyak pada periode ini disebabkan oleh sepsis (infeksi sistemik),kelainan bawaan dan infeksi saluran pernapasan akut (roset kesehatan dasar depkes 2007)



FAKTOR PENYEBAB KEMATIAN BALITA
1.       Acute Flaccid Paralysis (AFP)
Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit polio yang telah dilakukan melalui gerakan imunisasi polio.
Ada 4 strategi dalam upaya pemberantasan polio yaitu
-          Imunisasi
-          Survelans AFP
-          Sertifikasi bebes polio
-          Pengamanan virus polio di laboratorium
2.       TB Paru
Merupakan penyakit infeksi yang menular pada sistem pernapasan yang disebabkan oleh microbacterium tuberculosa yang dapat mengenai bagian paru.
Upaya pencegahan dilakukan dengan pendekatan DOTS (Divectly Observe Treatment Shortcourse Chemotherapy) atau pengobatan TB paru dengan pengawasan langsung oleh pengawas menelan obat (PMO)
3.       ISPA
Penyakit utama penyebab kematian bayi dan balita di indonesia
4.       HIV / AIDS infeksi menular seksual (IMS)
Penderita HIV/AIDS terus menunjukan peningkatan meskipun berbagai upaya pencegahan dan penanggulangaan terus dilakukan.
Pada pengkajian anak yang terinfeksidengan HIV positif dan AIDSmeliputi identitass terjadi HIV pasitif atau AIDS pada anak rata-ratadi masa pernatal sekitar usia 9-17 bulan. Keluhan utama adalah demam dan diare berkepanjangan,takipne,batuk

Tumbuh Kembang Bayi dan Balita




http://www.anneahira.com/images/tumbuh-kembang-bayi-dan-balita.jpgIlustrasi tumbuh kembang bayi dan balita
Adalah suatu keajaiban dapat menyaksikan tumbuh kembang bayi dan balita. Dimulai dari rasa yang begitu khas saat kehamilan tiba. Lalu, embrio yang tumbuh menjadi sosok janin mungil dengan segala pergerakan dan tingkah lakunya yang lucu yang berputar-putar di dalam rahim. Hingga kadang gerakan itu membuat perut ibu serasa digelitiki. Betapa momen-momen yang tak terlupakan bagi seorang ibu.
Bayi kemudian akan tumbuh pesat di lima tahun pertama pertumbuhannya. Di masa-masa inilah terdapat masa yang disebut golden period, ketika seorang anak dapat memaksimalkan fungsi otaknya untuk mempelajari dunia.
Bayi tumbuh dengan begitu cepat. Perkembangannya sangat menyenangkan untuk disaksikan dan didokumentasikan. Pipinya yang gembul, badannya yang montok, sangat menggemaskan. Matanya yang menatap penuh harap dan suara tangisan yang penuh arti.
Setiap detik, ada saja perkembangan kemampuan bayi yang mengejutkan. Memasuki masa balita, anak mulai belajar bicara dan berjalan. Untuk anak yang gesit dan aktif, perkembangannya lebih hebat lagi. Ditunjang dengan gizi dan lingkungan tumbuh kembang yang kondusif, balita bisa mempunyai kemampuan di atas rata-rata.
Tumbuh Kembang Bayi dan Balita: Usia 0 - 12 Bulan
1 bulan pertama kelahirannya, perkembangan bayi fokus kepada indra penglihatan dan kemampuan genggamannya. Karena mata dan telinganya baru berfungsi, bayi menjadi peka terhadap setiap suara dan setiap gerakan di sekitarnya. Kemampuan menggenggamnya terkait dengan perkembangan indra peraba, terutama pada telapak tangan. Oleh karena itu bayi senang menggenggam benda apa pun yang berada di dekatnya.
Selanjutnya bayi akan terbiasa dengan kemampuannya melihat. Ia akan berusaha untuk selalu melihat, dengan cara menengadahkan kepala atau menengok ke segala arah. Ia juga akan mampu mengenali ibunya. Ini adalah ikatan batin pertama antara anak dan ibunya. Di bulan yang ke 4 - 5, bayi umumnya sudah bisa tengkurap tanpa bantuan, suka tertawa lepas, dan memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya.
Pada usia 6 - 7 bulan tumbuh kembang bayi dan balita, bayi mulai bisa berinteraksi dan mulai mempunyai dunia sendiri. Ia senang duduk sendiri dan bermain dengan mainannya, bahkan kadang tak ingin diganggu oleh orang lain. Gigi susunya mulai tumbuh pada usia ini, karena itu gusinys terkadang terasa gatal.
Bulan berikutnya bayi mulai merangkak. Jika Anda memanggilnya dari seberang ruangan, mungkin dia akan menghampiri Anda penuh semangat. Beberapa bayi sudah bisa berjalan pada usia ini, sembari berpegangan pada sesuatu seperti lemari atau tepi meja.
Umumnya, bayi sudah bisa berjalan lancar di usia 10 - 12 bulan. Ia senang sekali berjalan ke sana kemari. Mayoritas bayi di usia ini juga sudah dapat belajar berbicara. Oleh karena itu ia akan lebih cerewet dan terkadang rewel. Sejak usia 12 bulan, ingatan bayi mulai kuat. Memori yang ditanam pada usia ini akan tersimpan di alam bawah sadarnya, baik atau buruk.
Tumbuh Kembang Bayi dan Balita: Usia 1 - 2 Tahun
Menginjak usia 13 - 15 bulan, umumnya bayi akan mulai berjalan lancar tanpa bantuan orang dewasa. Ia mulai dapat menggunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi dan senang berkumpul dengan anak-anak seusianya. Di usia ini, bayi cenderung suka meniru orang tua atau orang-orang di sekitarnya.
Kemampuan motorik halusnya mulai berkembang di usia 15 bulan. Ia senang mewarnai dengan alat warna, makan dengan sendok, menyikat gigi, menyisir, dan sebagainya. Imajinasinya juga mulai tumbuh, karena itu ia sering mengajak ngobrol mainannya.
Bayi dapat memahami bahasa dan mengaplikasikannya secara sederhana di usianya yang ke 16 - 21 bulan. Ia juga sudah bisa diajari untuk mengklasifikasikan benda (mengenal bentuk, warna, dan sebagainya). Di masa ini juga ia mulai bisa berlari kencang, dan ia sangat suka berlari. Ia juga senang aktif ‘berpetualang’ memanjat apa pun yang bisa dipanjatnya dan suka sekali naik turun tangga.
Selanjutnya ia mulai bisa diajari berpakaian, tepatnya pada usianya yang ke-23 bulan. Waktu tidurnya pun mulai teratur, sekitar 10 - 12 jam (termasuk tidur siang). Ia mulai bisa diajari menggunakan toilet dan memberi tahu jika ingin buang air besar atau kecil.
Menjelang usia tepat 2 tahun, tumbuh kembang bayi dan balita cukup pesat. Ia bisa berjalan dan berlari dengan lancar, bisa membuka pintu dan naik tangga tanpa bantuan orang dewasa, duduk di kursi tanpa bantuan, dan mencuci tangan sendiri. Ia juga mulai menunjukkan minat pada buku bergambar, seiring dengan semakin luas kemampuannya untuk berimajinasi.
Di rentang usia 1 - 2 tahun ini, waspadai jika si kecil tidak bisa berjalan, berjalan tetapi gerakannya abnormal, tidak bisa merangkai kalimat (hanya mengucapkan 1 kata saja saat berkomunikasi), tidak memahami fungsi alat-alat yang dililhatnya sehari-hari (sendok, TV, sepeda, boneka), dan belum bisa memahami klasifikasi benda (bentuk, warna, dan sebagainya).
Tumbuh Kembang Bayi dan Balita: Usia 2- 3 Tahun
Di usia ini, kemampuan motorik kasar dan motorik halus si kecil semakin terasah. Tangan dan kakinya semakin tangkas dan kuat. Ia suka sekali bermain di luar ruangan, bermain mobil-mobilan atau sepeda roda tiga.
Sementara itu dalam perkembangan motorik halusnya, ia dapat memegang pensil dengan baik, agar lebih nyaman dipakai mewarnai atau mencorat-coret. Ia juga bisa menyuap makanan berkuah dengan sendok tanpa tumpah. Dengan latihan yang baik (melalui berbagai permainan sederhana), kemampuan motorik halus si kecil akan semakin baik dan semakin cepat berkembang.
Di tahun ke-2 dan ke-3 tumbuh kembang bayi dan balita, si kecil semakin mampu berkomunikasi. Ia akan lebih cerewet karena senang bercerita kepada Anda. Ia pun senang meniru cara Anda berkomunikasi dengan orang lain. Ia mulai bisa memahami dan mengingat nama lengkapnya sehingga ia bisa memperkenalkan diri di hadapan teman-temannya.
Imajinasi si kecil akan semakin hebat. Ia senang bermain berkelompok dengan teman-teman sebayanya dan berkhayal menjadi orang dewasa, seperti bermain peran (ibu-ibuan, rumah boneka). Ia juga mampu membuat ‘strategi’ permainan bersama teman-temannya.
Tumbuh Kembang Bayi dan Balita: Usia 3 - 4 Tahun
Di usianya yang ketiga hingga keempat, kemampuan bahasa si kecil semakin baik. Ia mampu memahami 3 perintah yang diberikan kepadanya sekaligus, mampu menggunakan kata-kata pembanding (paling kecil dan paling besar, misalnya), dapat menangkap narasi yang agak panjang meski terkadang pemahaman interpretasinya meleset. Di usia ini juga ia banyak ingin tahu dan suka sekali mengajukan pertanyaan kepada orang dewasa.
Kemampuan kognitifnya juga semakin berkembang. Di tumbuh kembang bayi dan balita usia ini si kecil mampu memahami konsep siang dan malam, konsep waktu, konsep fungsi benda-benda, dan nilai-nilai baik dan buruk. Ia juga mulai memahami konsep angka dan penomoran. Di usia ini si kecil sudah bisa diajari membaca atau berhitung, walaupun konsentrasinya masih sangat mudah teralihkan.
Si kecil menjadi lebih mandiri di usia ini. Ia sudah dapat diajari mengancingkan kancing, mengikat tali sepatu, memotong makanannya, membersihkan diri, berpakaian, dan pergi ke toilet sendiri. Ia juga semakin memiliki kesadaran akan sebab dan akibat, konsekuensi dan penghargaan yang didapatkan terkait dengan perbuatannya sehingga ia mulai bisa diberi tanggung jawab.
Dalam hal bersosialisasi, ia semakin mampu bergaul dengan anak-anak lainnya, paham kapan harus mengalah dan paham kapan boleh bertindak sesuai kehendak. Ia juga bisa berpisah dengan ibunya saat sedang bermain. Di usia ini juga si kecil mulai memahami perbedaan gender. Anak lelaki lebih suka bermain dengan anak lelaki, begitu juga sebaliknya.
Tumbuh Kembang Bayi dan Balita: Usia 4 - 5 Tahun
Semakin besar, si kecil semakin cerewet. Itulah yang bisa ditangkap pada tumbuh kembang bayi dan balita pada usia 4 - 5 tahun. Si kecil semakin sering bertanya tentang berbagai hal—dan terkadang pertanyaannya tidak logis—dan tidak akan berhenti bertanya sampai ia benar-benar merasa paham dan puas dengan jawaban yang didapatkannya.
Ia juga semakin kreatif. Ia mampu mengembangkan gagasan yang dianggapnya menarik untuk dilakukan, seperti menciptakan suatu permainan sendiri. Uniknya, si kecil mulai bersikap egosentris pada usia ini. Ia yang sebelumnya sangat senang menjadi bagian dalam suatu kelompok kini mulai menunjukkan jati dirinya. Ia menginginkan apa yang berguna untuknya dan menyingkirkan yang tidak berguna untuknya. Ia cenderung pelit dan egois.
Kemampuan motorik pada tumbuh kembang bayi dan balita rentang usia 4 - 5 tahun semakin sempurna. Si kecil mampu menjaga keseimbangannya saat berdiri dengan 1 kaki, bisa bermain lompat tali, dan bisa bermain lempar bola. Motorik halusnya juga mulai berkembang. Dengan bimbingan Anda, si kecil akan mampu menggambar dengan baik, seperti menggambar bangun ruang.
Si kecil juga umumnya senang bernyanyi dan menari pada usia ini. Kedua hal ini turut membantunya dalam memahami konsep bahasa, cerita, mengasah ingatan, dan melatih keseimbangan motorik kasarnya.
Itulah tahap-tahap tumbuh kembang bayi dan balita selama 5 tahun pertama kehidupannya. Meski terdapat parameter yang pasti, tidak semua anak mengalami tahap-tahap yang sama. Tahap tumbuh kembang si kecil juga dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor lingkungan.